Cooperative Fair 2017, Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

Posted on Posted in Pameran

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat untuk ke-14 kalinya kembali menggelar ”Cooperative Fair 2017” dengan tema ”Digitalisasi Menuju UMKM ke Dunia Internasional” yang akan digelar mulai 10-14 Agustus 2017 di Metro Indah Mall (MIM).

“Cooperative Fair merupakan pameran produk Koperasi dan UMKM yang diikuti pelaku KUMKM dari 27 kabupaten/ kota se-Jawa Barat dan 33 provinsi se-Indonesia. Tahun ini, sudah ada 11 provinsi yang fix ikut dalam pameran ini,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UK Jabar H. Dudi Sudradjat Abdurachim, di Bandung, Rabu (9/8).

Cooperative fair 2017 kali ini menghadirkan 300 pelaku KUMKM se-Jabar serta pelaku KUMKM dari 11 provinsi diantaranya, Provinsi Bali, DKI Jakarta, Banten, NTT, Pare-pare – Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, Aceh, Barito Selatan – Kalimantan Tengah, menampilkan produk makanan dan minuman, kerajinan, fashin dan aksesoris, sepatu dan tas, serta berbagai produk lainnya.

Dudi menegaskan, Cooperative Fair ke-14 merupakan ajang pameran, promosi dan pemasaran produk kreatif unggulan Indonesia sekaligus menciptakan jaringan pemasaran yang seluas-luasnya. “Pada tahun 2017 kita mengambil tema tentang digitalisasi KUMKM, sebab digitalisasi koperasi dan UMKM merupakan misi kami dalam modernisasi dan revitalisasi koperasi dan UMKM di Jawa Barat. Kita melihat perkembangan teknologi informasi komunikasi yang begitu cepat mendorong para pelaku KUMKM harus menguasai TIK,” paparnya.

Kegiatan ini pula sejalan dengan program pemerintah yakni UMKM go online. Para pelaku KUMKM harus melek TIK dan memanfaatkan TIK untuk meningkatkan pemasaran produknya. “Semua serba cepat, serba mudah berkat TIK. Hanya berbekal teknologi dari handphone, dunia dalam gengaman. Untuk itu, pelaku KUMKM harus menguasai dan menfaatkan TIK secara maksimal,” jelasnya.

Dalam cooperative fair kali ini tentunya ada perlombaan peserta terbaik, produk terbaik, dan transaksi terbanyak. Untuk stand terbaik jatuh pada Dinas KUMKM dari Kabupaten Cirebon, untuk produk kreatif jatuh pada Nasrafa dari Provinsi Jawa Tengah, dan untuk transaksi terbanyak jatuh pada Citra Jaya Rotan, Kabupaten Cirebon dengan nilai transaksi sebesar Rp 125.360.000.

Selain itu terdapat stand terfavorit yang jatuh pada Koperasi WJS, stand inspiratif jatuh pada Mich, dan untuk stand terinovatif jatuh pada Parigel Kabupaten Garut.

Dudi mengatakan bahwa gelaran cooperative fair kali ini lebaih baik dari tahun kemarin, selain itu dengan di adakanya gelar cooperative fair di MIM Bandung, tentunya membuka peluang kerja sama antara Dinas KUK yang tentunya akan membawa para wirausaha untuk bisa mendisplay barang dan jasanya di lokasi tersebut.

Sumber: www.strategidanbisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *